Surat Yusuf Ayat 59
Surat ke-12
Yusuf
Ayat 59وَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ قَالَ ائْتُوْنِيْ بِاَخٍ لَّكُمْ مِّنْ اَبِيْكُمْ ۚ اَلَا تَرَوْنَ اَنِّيْٓ اُوْفِى الْكَيْلَ وَاَنَا۠ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ
Wa lammā jahhazahum bijahāzihim qāla'tūnī bi'akhil lakum min abīkum, alā tarauna annī ūfil-kaila wa ana khairul-munzilīn(a).
Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
_Dan ketika dia_ (Nabi Yusuf ) _menyiapkan bahan makanan_ bagi saudara-saudaranya _untuk mereka_ bawa pulang, _dia berkata_ kepada mereka, "Bila kalian datang kembali ke Mesir, _bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu_ (Bunyamin) agar aku bisa memberimu jatah bahan makanan lebih banyak lagi. _Tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan takaran,_ bahkan melebihkannya untuk kalian, _dan_ di samping itu, _aku adalah_ seorang _penerima tamu yang terbaik_ dengan menjamu kalian secara sempurna?"
Tafsir Ibnu Katsir
Yusuf memerintahkan agar mereka diberi tempat peristirahatan dan dihormati.
<i>Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya.</i>
Yakni setelah Yusuf memberikan kepada mereka sukatannya secara sempurna, lalu bahan makanan itu dinaikkan ke atas unta kendaraan mereka, maka Yusuf berkata, "Bawalah kemari saudara kalian yang kalian ceritakan itu, agar aku dapat mengecek kebenaran dari kisah kalian.'
<i>...tidakkah kalian melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?</i>
#Catatan :
Sepintas mungkin seseorang akan bertanya bagaimana nabi Yusuf tahu bahwa mereka masih memliki seorang saudara lagi dan mengapa beliau memaksa saudara-saudanya untuk mengikut sertakan Benjamin. Bukankah hal itu bisa menimbulkan kecurigaan dari saudara-saudara beliau sementara beliau saat itu masih menyembunyikan jati dirinya.
Dengan berpikir sejenak, kita bisa menemukan jawaban yang mungkin mendekati kebenaran. Wallahu a'lam.
Sepertinya pada saat itu ada peraturan yang membatasi jumlah bahan makanan yang boleh dibeli oleh seseorang. Dan mungkin saudara-saudara nabi Yusuf itu meminta agar jatah mereka dilebihkan karena mereka masih memiliki seorang saudara lagi yang tidak bisa ikut.
Kemungkinan nabi Yusuf bertanya kepada saudara-saudara beliau mengapa ayah dan saudara mereka itu tidak datang sendiri ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Lalu saudara-saudara beliau memberi alasan bahwa ayah mereka sudah tua dan buta sedang saudara mereka tidak bisa ikut karena tidak diijinka oleh ayah mereka. Akan tetapi nabi Yusuf sengaja menampakkan keraguan beliau tentang alasan mereka bahwa saudara mereka itu tidak bisa ikut karena ayah mereka tidak mengijinkannya.
Meskipun demikian, mereka tetap dibolehkan membeli jatah untuk sebelas orang dengan syarat bahwa mereka harus membawa saudara mereka itu jika mereka datang lagi ke Mesir untuk membeli bahan makanan sebagai bukti bahwa mereka tidak membuat-buat alasan dusta untuk mendapatkan tambahan jatah makanan.
Jika pada kedatangan berikutnya mereka tidak membawa saudara mereka itu, maka mereka tidak akan mendapatkan lagi jatah makanan sebagai hukuman karena mereka telah berdusta.
diringkas dari http://www.tafheem.net/
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar