Surat Ta-Ha Ayat 93

Surat ke-20

Ta-Ha

Ayat 93

اَلَّا تَتَّبِعَنِۗ اَفَعَصَيْتَ اَمْرِيْ

Allā tattabi‘an(i), afa ‘aṣaita amrī.

Artinya

(sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?"

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

<span style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">Melihat kesesatan kaumnya, Nabi Musa marah dan menegur Nabi Harun karena dianggap tidak mampu memimpin Bani Israil dengan baik. Sambil memegang kepala dan janggut saudaranya itu,&nbsp;</span><em style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">dia berkata, “Wahai Harun!_<span style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">&nbsp;Allah mengutusmu untuk membantuku.&nbsp;</span><em style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">Apa yang menghalangimu_<span style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">&nbsp;untuk menegur</span><em style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">&nbsp;ketika engkau melihat mereka telah sesat_<span style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">&nbsp;dengan menyembah patung anak sapi? Apa yang menyebabkan&nbsp;</span><em style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">engkau tidak mengikuti aku_<span style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">&nbsp;dalam berdakwah dan mengajak mereka untuk mengesakan Allah?&nbsp;</span><em style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">Apakah engkau telah_<span style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">&nbsp;sengaja&nbsp;</span><em style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">melanggar perintahku_<span style="&quot;font-family:" verdana,="" sans-serif;&#34;="">&nbsp;sehingga engkau membiarkan mereka sesat?”</span>

Tafsir Ibnu Katsir

Kemudian Musa mulai mencela Harun, saudaranya. Untuk itu ia mengatakan, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

<i>Apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku?</i>

Yaitu ceritakanlah kejadian ini kepadaku sejak semulanya.

<i>Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?</i>

Yakni terhadap apa yang telah aku pesankan kepadamu sebelumnya, yaitu apa yang telah disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya:

Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan. (Al A'raf:142)

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar