Surat Ta-Ha Ayat 26

Surat ke-20

Ta-Ha

Ayat 26

وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ

Wa yassir lī amrī.

Artinya

dan mudahkanlah untukku urusanku,

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Nabi Musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya. _Dia_ memohon kepada-Nya seraya _berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku_ sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, _dan mudahkanlah untukku urusanku_ sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, _dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku_ yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu_ agar mereka mengerti perkataanku_ dengan baik. ”

Tafsir Ibnu Katsir

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>Musa berkata, "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku."</i>

Ini adalah permintaan Musa a.s. kepada Tuhannya. Dia memohon agar dadanya dilapangkan dalam menunaikan tugas risalah yang dibebankan kepadanya. Karena sesungguhnya ia telah diperintahkan untuk menyampaikan suatu perkara yang besar dan akan menghadapi tantangan yang berat. Dia diutus untuk menyampaikan risalah Allah kepada seorang raja yang paling besar di muka bumi di masa itu. Sedangkan raja tersebut adalah orang yang paling sewenang-wenang, paling keras kekafirannya, paling banyak bala tentaranya, paling makmur kerajaannya, paling diktator, dan paling ingkar. Keangkaramurkaannya sampai kepada batas dia mengakui bahwa dia tidak mengenal Allah, dan mengajarkan kepada rakyatnya bahwa tidak ada tuhan selain dirinya sendiri.

Pada mulanya Musa pernah tinggal di istana Fir'aun semasa kecilnya, ia menjadi anak angkat Fir'aun yang dipelihara dalam asuhannya. Kemudian setelah dewasa Musa membunuh seseorang dari mereka, karena itu ia merasa takut mereka akan balas membunuhnya, lalu ia melarikan diri selama itu dari pencarian mereka. Setelah itu Allah mengangkatnya menjadi seorang rasul kepada mereka sebagai pemberi peringatan yang menyeru mereka ke jalan Allah Swt. dan menyembah-Nya serta mengesakan-Nya, tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Karena itulah Musa menyadari akan beratnya tugas yang dipikulnya. Ia berdoa kepada Tuhannya:

<i>Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.</i>

Yakni jika Engkau tidak menolongku, tidak membantuku, tidak memperkuatku dan tidak mendukungku, tentulah aku tidak mampu mengemban tugas ini.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar