Surat Ta-Ha Ayat 101

Surat ke-20

Ta-Ha

Ayat 101

خٰلِدِيْنَ فِيْهِ ۗوَسَاۤءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ حِمْلًاۙ

Khālidīna fīh(i), wa sā'a lahum yaumal-qiyāmati ḥimlā(n).

Artinya

mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

_Mereka_ yang berpaling dari tuntunan Al-Qur’an itu akan _kekal di dalam keadaan_ yang penuh penderitaan _itu, dan_ ketahuilah bahwa _amat buruklah dosa_ yang telah mereka lakukan _itu_. Keingkaran itu akan mereka bawa _sebagai beban bagi mereka di hari kiamat._

Tafsir Ibnu Katsir

Lihat tafsir ayat sebelumnya

Tafsir as-Sa'di

"Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) seba-gian kisah umat yang telah lalu, dan sungguh telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (al-Qur`an). Barang-siapa yang berpaling dari al-Qur`an, maka sesungguhnya dia akan memikul dosa yang besar di Hari Kiamat. Mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di Hari Kiamat." (Thaha: 99-101).
(99) Allah تعالى mengabarkan kenikmatan yang dilimpahkan kepada NabiNya (Muhammad) dengan kisah-kisah yang Dia kisahkan kepada beliau tentang berita-berita orang-orang terdahulu dan kabar-kabar orang-orang di masa silam, semisal kisah yang agung ini, yang memuat hukum-hukum dan kandungan lainnya yang tidak diingkari oleh seorang pun dari kalangan Ahli Kitab. Padahal engkau (Muhammad) tidak pernah mempelajari cerita-cerita orang-orang dahulu dan belum pernah mengkaji dari orang yang mengetahuinya. Maka keteranganmu (dengan kebenaran yang yakin) mengenai kisah-kisah mereka itu menjadi dalil bahwa engkau adalah seorang utusan Allah yang sebenarnya dan risalah yang engkau bawa adalah benar.
Untuk itu, Allah berfirman, ﴾ وَقَدۡ ءَاتَيۡنَٰكَ مِن لَّدُنَّا ﴿ "Dan sesungguh-nya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami," yaitu anugerah yang berharga, karunia yang agung dari sisi Kami, ﴾ ذِكۡرٗا ﴿ "suatu peri-ngatan," yaitu al-Qur`an yang mulia ini. Ia berisi kabar-kabar yang telah berlalu dan akan datang, ia merupakan pengingat nama dan sifat Allah yang sempurna, dan merupakan pengingat yang berguna untuk mengingat perintah, larangan dan hukum-hukum pembalas-an. Ini menjadi indikator bahwa al-Qur`an mencakup hukum yang terbaik yang telah diakui oleh akal-akal (sehat) dan fitrah-fitrah (yang lurus), dan diakui keindahan dan kesempurnaannya. Al-Qur`an ini (juga) menyebutkan kemampuan yang mana Allah memasukkannya padanya. Apabila al-Qur`an berfungsi sebagai peringatan bagi Rasul dan umatnya; maka ia wajib diterima dengan tulus dan pasrah, patuh dan pengagungan, dan dijadikan petunjuk dengan (pedoman) cahayanya menuju jalan yang lurus, serta me-nyikapinya dengan belajar dan mengajarkannya.
(100) Adapun bentuk respons (kepadanya) dengan me-malingkan diri atau pengingkaran yang lebih parah kepadanya, maka tindakan itu merupakan kekufuran terhadap anugerah ini (al-Qur`an). Siapa saja yang melakukannya, maka dia pantas me-nerima hukuman. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ مَّنۡ أَعۡرَضَ عَنۡهُ ﴿ "Barang-siapa yang berpaling darinya (al-Qur`an)," tidak mengimaninya, atau menyepelekan perintah-perintah dan larangan-larangannya atau (menyepelekan untuk) mempelajari makna-makna yang wajib, ﴾ فَإِنَّهُۥ يَحۡمِلُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وِزۡرًا 100 ﴿ "maka sesungguhnya dia akan memikul dosa yang besar di Hari Kiamat," yaitu dosanya yang mana dengan sebab itu, dia berpaling dari al-Qur`an. Utamanya sifat kekufuran dan anti-pati dengannya.
(101) ﴾ خَٰلِدِينَ فِيهِۖ ﴿ "Mereka kekal di dalam keadaan itu," yaitu pada dosanya. Karena siksaan itu (disebabkan oleh) jenis amalan itu sendiri, yang berubah wujud menjadi azab bagi para pelakunya, sesuai dengan besar dan kecilnya. ﴾ وَسَآءَ لَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ حِمۡلٗا 101 ﴿ "Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di Hari Kiamat," maksud-nya, alangkah buruk beban yang mereka pikul dan siksaan yang diderakan kepada mereka di Hari Kiamat.
Kemudian Allah mengalihkan tema pembicaraan, dengan menyebutkan kondisi-kondisi Hari Kiamat dan kengerian-kenge-riannya.
Allah berfirman,

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar