Surat Ta-Ha Ayat 10

Surat ke-20

Ta-Ha

Ayat 10

اِذْ رَاٰ نَارًا فَقَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِقَبَسٍ اَوْ اَجِدُ عَلَى النَّارِ هُدًى

Iż ra'ā nāran fa qāla li'ahlihimkuṡū innī ānastu nāral la‘allī ātīkum minhā biqabasin au ajidu ‘alan-nāri hudā(n).

Artinya

Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu".

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

_Ketika_ dalam perjalanan menuju Mesir, _dia melihat api_ yang menyala terang, _lalu dia berkata kepada keluarganya_ yang menyertainya dalam perjalanan itu,“_Tinggallah kamu_ di sini sampai aku kembali. _Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu_ agar kita dapat menghangatkan badan pada malam yang dingin ini, _atau aku akan mendapat petunjuk_ dari seseorang yang ada _di_ sekitar _tempat api itu_.”

Tafsir Ibnu Katsir

Ketika Musa dalam keadaan kedinginan, tiba-tiba ia melihat cahaya api yang bersumber dari arah Bukit Tur, yang ada di sebelah kanannya. Maka Musa berkata kepada keluarganya seraya menyenangkan hati mereka:

Sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepada kalian. (Thaahaa:10)

Yakni sebuah obor api. Di dalam ayat lain disebutkan melalui firman-Nya dengan ungkapan lain, yaitu:

atau (membawa) suluh api. (Al Qashash:29)

Yaitu obor api.

agar kalian dapat menghangatkan badan. (Al Qashash:29)

Hal ini menunjukkan bahwa saat itu cuaca sangat dingin. Sedangkan yang disebutkan dalam ayat ini yaitu oleh firman-Nya, "Biqabasin, " yang artinya obor api, hal ini menunjukkan bahwa suasana malam itu sangat gelap.

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>...atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.</i>

Yakni seseorang yang menunjukkan jalan kepadaku. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Musa a.s. saat itu sesat jalan.

Hal ini seperti apa yang diriwayatkan oleh As-Sauri, dari Abu Sa'd Al-A'war, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

<i>...atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.</i>
Yaitu seseorang yang memberikan petunjuk jalan kepadaku.

Mereka saat itu berada di musim dingin dan sesat jalan. Ketika Musa melihat api, ia berkata, "Jika aku tidak menjumpai seseorang yang menunjukkan kepadaku jalan yang sebenarnya, aku akan mendatangkan kepadamu api yang dapat dipakai untuk berdiang kalian."

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar