Surat An-Nahl Ayat 93
Surat ke-16
An-Nahl
Ayat 93وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ يُّضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Wa lau syā'allāhu laja‘alakum ummataw wāḥidataw wa lākiy yuḍillu may yasyā'u wa yahdī may yasyā'(u), wa latus'alunna ‘ammā kuntum ta‘malūn(a).
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Usai mengisyaratkan adanya perselisihan di antara umat manusia dalam beberapa persoalan kehidupan, pada ayat ini Allah menyatakan kekuasaannya untuk menghilangkan perselisihan itu seandainya Dia berkehendak. _Dan jika Allah menghendaki_ kamu menjadi satu umat, _niscaya Dia menjadikan kamu satu umat_ yang memiliki satu pendapat saja, tanpa ada perselisihan sedikit pun di antara kamu, _tetapi_ Allah tidak berbuat demikian karena Dia memberi manusia kebebasan untuk memilih jalan sesuai kemauannya: yang sesat atau yang lurus. _Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki_ atas pilihannya memilih jalan kesesatan, _dan memberi_ kemampuan untuk melaksanakan _petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki_, juga atas pilihannya memilih jalan petunjuk. _Tetapi, kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan_. Kamu akan diminta pertanggungjawaban dan mendapat balasan atas amal perbuatan kamu.
Tafsir Ibnu Katsir
<b>Firman Allah Swt.:</b>
<i>Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kalian (hai manusia) satu umat saja. </i>
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:
Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. (Yunus:99)
Yakni niscaya Dia benar-benar merukunkan di antara sesama kalian dan tentulah Dia tidak akan menjadikan perselisihan, permusuhan, dan perdebatan di antara kalian. Dalam ayat yang lain disebutkan pula:
Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. (Huud:118-119)
Hal yang semakna dikatakan oleh firman-Nya dalam ayat ini, yaitu:
<i>...tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.</i>
Kemudian Dia akan meminta pertanggungjawaban dari kalian kelak di hari kiamat tentang semua amal perbuatan kalian, lalu Dia akan membalaskannya terhadap kalian, baik yang besar, yang pertengahan, maupun yang terkecil, tanpa ada yang terlewatkan.
Tafsir as-Sa'di
"Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan." (An-Nahl: 93).
(93) Maksudnya, ﴾ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ ﴿ "Dan kalau Allah menghendaki," niscaya Dia menyatukan manusia di atas petunjuk dan menjadikan kalian ﴾ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ ﴿ "satu umat (saja)," akan tetapi, Allah-lah satu-satunya yang memegang kendali hidayah dan penyesatan. Pemberian hi-dayah dan penyesatanNya termasuk dalam perbuatan-perbuatan Allah yang mengacu pada ilmu dan hikmahNya. Dia memberikan hidayah kepada orang yang berhak sebagai bentuk keutamaanNya, dan Dia menghalang-halangi hidayah dari orang yang tidak pantas menerimanya sebagai bentuk keadilanNya. ﴾ وَلَتُسۡـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan," berupa perbuatan yang baik dan buruk. Allah akan membalas me-reka atas amal perbuatan mereka dengan balasan yang setimpal dan paling adil.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.
Posting Komentar