Surat An-Nahl Ayat 62
Surat ke-16
An-Nahl
Ayat 62وَيَجْعَلُوْنَ لِلّٰهِ مَا يَكْرَهُوْنَ وَتَصِفُ اَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ اَنَّ لَهُمُ الْحُسْنٰى لَا جَرَمَ اَنَّ لَهُمُ النَّارَ وَاَنَّهُمْ مُّفْرَطُوْنَ
Wa yaj‘alūna lillāhi mā yakrahūna wa taṣifu alsinatuhumul-każiba anna lahumul-ḥusnā lā jarama anna lahumun nāra wa annahum mufraṭūn(a).
Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tiadalah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
_Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya_, yaitu anak perempuan. _Dan lidah mereka mengucapkan kebohongan-_walaupun boleh jadi hati mereka sendiri tidak membenarkannya-_bahwa sesungguhnya_ segala _yang baik-baik_ dalam kehidupan dunia dan akhirat hanyalah _untuk mereka_. Allah menegaskan, _tidaklah_ dapat _diragukan bahwa nerakalah_ yang pantas menjadi tempat kembali dan tempat tinggal _bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan_ ke dalamnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Mujahid dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan lidahmereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan. (An Nahl:62) Yakni para pelayan.
Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
<i>bahwa sesungguhnya merekalah yang akan mendapat kebaikan.</i>
Yaitu kelak di hari kiamat, seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, dan inilah pendapat yang benar.
<b>Firman Allah Swt.:</b>
<i>Tiadalah diragukan.</i>
Maksudnya, memang benar dan pasti.
<i>...bahwa nerakalah bagi mereka.</i>
Yakni di hari kiamat kelak.
<i>...dan sesungguhnya mereka segera dimasukkan (ke dalamnya).</i>
Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Qatadah, serta yang lainnya mengatakan bahwa makna lafaz mufarratun ialah terlupakan dan tersia-sia di dalam neraka. Pengertian ini sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Maka pada hari (kiamat) ini Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini. (Al A'raf:51)
Dari Qatadah, disebutkan pula sehubungan dengan makna firman-Nya, "Mufarratun" yakni mereka disegerakan masuk ke neraka, berasal dari al-fart yang artinya paling dahulu sampai.
Di antara pendapat-pendapat yang disebutkan di atas tidak ada pertentangan, karena pada hakikatnya mereka disegerakan masuk ke neraka pada hari kiamat nanti, lalu mereka terlupakan di dalam neraka, yakni tinggal di dalam neraka selama-lamanya (kekal).
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar