Surat An-Nahl Ayat 37

Surat ke-16

An-Nahl

Ayat 37

اِنْ تَحْرِصْ عَلٰى هُدٰىهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ يُّضِلُّ وَمَا لَهُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ

In taḥriṣ ‘alā hudāhum fa innallāha lā yahdī may yuḍillu wa mā lahum min nāṣirīn(a).

Artinya

Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Nabi Muhammad sangat berharap kaum kafir mendapat petunjuk. Allah lalu menegaskan, "_Jika engkau_ berusaha sekuat tenaga dan_ sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka_ itu tidak akan berhasil karena _sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya_, yakni dibiarkan sesat karena lebih memilih jalan kesesatan itu, _dan mereka tidak mempunyai penolong_ yang dapat menyelamatkan mereka." (Lihat: Surah al-Qashash/28: 56)

Tafsir Ibnu Katsir

Dan dalam ayat berikut ini Allah Swt. berfirman:

<i>Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya.</i>

Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Barang siapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan. (Al A'raf:186)

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus:96-97)

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>maka sesungguhnya Allah.</i>

Yakni perihal dan urusan-Nya ialah bahwa apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi. Dalam ayat berikutnya disebutkan:

<i>...tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya.</i>

Maka siapakah yang dapat memberinya petunjuk bila bukan Allah? Jawabannya tentu saja tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.

<i>...dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.</i>

yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah dan belenggu siksaan-Nya.

Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam. (Al A'raf:54)

Tafsir as-Sa'di

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu,' maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak mem-beri petunjuk kepada orang yang disesatkanNya, dan sekali-kali mereka tidak mempunyai penolong." (An-Nahl: 36-37).
(36) Allah تعالى memberitahukan bahwa hujjahNya telah tegak di hadapan seluruh umat manusia, dan bahwa tidaklah ada sebuah umat yang telah berlalu atau datang belakangan, melainkan Allah pasti telah mengutus seorang rasul di tengah mereka. Mereka se-mua sepakat pada satu dakwah dan satu ajaran, yaitu beribadah ke-pada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. ﴾ أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ ﴿ "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu," maka, umat manusia terbagi-bagi berdasarkan sambutan baiknya kepada para rasul atau tidak, menjadi dua golongan: ﴾ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ ﴿ "Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah," mereka mengikuti para utusan Allah dalam aspek ilmu dan amalan, ﴾ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ ﴿ "dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesat-an baginya," lalu dia menelusuri jalan kesesatan, ﴾ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "maka berjalanlah kamu di muka bumi," dengan raga dan hati kalian, ﴾ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)," karena kalian bakal menyaksikan keanehan-keanehan. Tidaklah engkau jumpai orang yang mendusta-kan (rasul) melainkan pasti kesudahannya adalah kebinasaan.
(37) ﴾ إِن تَحۡرِصۡ عَلَىٰ هُدَىٰهُمۡ ﴿ "Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk," dan kamu mengerahkan kemampuan-mu dalam usaha itu ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَن يُضِلُّۖ ﴿ "maka sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang disesatkanNya," meskipun rasul telah melakukan berbagai usaha sebab (kausalitas), tidak ada yang memberinya petunjuk kecuali Allah. ﴾ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ 37 ﴿ "Dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong," yang akan mengentas-kan mereka dari azab Allah dan melindungi mereka dari siksaNya.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar