Surat An-Nahl Ayat 21

Surat ke-16

An-Nahl

Ayat 21

اَمْوَاتٌ غَيْرُ اَحْيَاۤءٍ ۗوَمَا يَشْعُرُوْنَۙ اَيَّانَ يُبْعَثُوْنَ ࣖ

Amwātun gairu aḥyā'(in), wa mā yasy‘urūna ayyāna yub‘aṡūn(a).

Artinya

(Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Berhala-berhala itu hanyalah _benda mati, tidak hidup_. Mereka tidak dapat mengetahui, merasa, tumbuh, bahkan untuk sekadar bergeser sendiri. _Dan berhala-berhala itu_ juga _tidak_ dapat _mengetahui_ sedikit pun _kapankah_ penyembahnya akan _dibangkitkan._

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menyebutkan bahwa Dia mengetahui semua yang terkandung di dalam hati dan semua rahasia, sebagaimana Dia mengetahui hal-hal yang lahir (nyata). Di hari kiamat kelak Dia akan memberikan balasan­Nya kepada setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Jika amal perbuatannya baik, maka balasannya baik, tetapi jika amal perbuatannya buruk, maka balasannya buruk pula.

Selanjutnya Dia menyebutkan bahwa berhala-berhala yang mereka seru selain Allah tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedangkan mereka sendiri dibuat oleh manusia, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya menyitir kata-kata kekasih-Nya Nabi Ibrahim a.s., yaitu:

Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu? Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu? (Ash Shaaffat:95-96)

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>(Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup.</i>

Artinya, benda-benda mati tidak bernyawa, maka tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat, dan tidak berakal.

<i>...dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.</i>

Berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah hari kiamat terjadi. Maka bagaimanakah dapat diharapkan darinya manfaat atau pahala atau balasan? Sesungguhnya yang dapat diharapkan manfaat, pahala, dan balasannya hanyalah Tuhan yang mengetahui segala sesuatu, Dialah Yang mencipta­kan segala sesuatu.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar