Surat An-Nahl Ayat 111
Surat ke-16
An-Nahl
Ayat 111۞ يَوْمَ تَأْتِيْ كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَنْ نَّفْسِهَا وَتُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
Yauma ta'tī kullu nafsin tujādilu ‘an nafsihā wa tuwaffā kullu nafsim mā ‘amilat wa hum lā yuẓlamūn(a).
(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Ingatkanlah umatmu, wahai Nabi Muhammad, _pada hari_ ketika _setiap orang datang_ kepada Allah _untuk membela dirinya sendiri_ dengan berbagai alasan dari kesalahan dan dosanya. _Dan bagi setiap orang_, baik mukmin maupun kafir, yang taat maupun yang durhaka, _diberi_ balasan_ penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi_ atau dirugikan sedikit pun. Allah akan membalas sekecil apa pun amal baik dan buruk yang telah manusia lakukan.
Tafsir Ibnu Katsir
Kemudian mereka bergabung ke dalam barisan orang-orang mukmin dan berjihad melawan orang-orang kafir bersama saudara-saudara seiman mereka, dan mereka bersabar (dalam menghadapi semua tantangan).
Maka Allah Swt. memberitakan bahwa Dia benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada mereka atas perbuatan (terpaksa menyetujui fitnah) yang telah dilakukannya kelak di hari mereka dikembalikan ke sisi-Nya.
<i>...(Yaitu) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri.</i>
Tiada seorang pun yang membela ayahnya atau anaknya atau saudaranya atau istrinya.
<i>...dan tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya</i>
apakah perbuatan baik ataukah perbuatan buruk.
<i>...sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).</i>
Maksudnya, tiada pahala kebaikannya yang dikurangi dan tiada balasan keburukannya yang ditambahkan, serta mereka tidak dianiaya barang sekecil apa pun.
Tafsir as-Sa'di
"Dan sesungguhnya Rabbmu (Pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka ber-jihad dan sabar. Sesungguhnya Rabbmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ingatlah) suatu hari (ke-tika) tiap-tiap jiwa datang untuk membela dirinya sendiri, dan bagi tiap-tiap jiwa disempurnakan (balasan) perbuatan yang telah dikerjakannya, sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan)." (An-Nahl: 110-111).
(110) Kemudian ﴾ إِنَّ رَبَّكَ ﴿ "sesungguhnya Rabbmu," yang telah memelihara para hambaNya yang ikhlas (kepadaNya) dengan sifat kelembutan dan kebaikanNya, ﴾ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," bagi orang-orang yang berhijrah di jalanNya, meninggalkan kampung halaman dan harta-bendanya demi mencari keridhaan Allah dan ditimpa fitnah ujian pada agama-nya agar mau kufur kembali, lalu dia tetap teguh di atas keimanan, dan keyakinan telah meresap, kemudian dia berjihad memerangi musuh-musuh Allah untuk tujuan memasukkan mereka ke dalam agama Allah dengan lisan dan kekuatannya, bersabar atas ibadah-ibadah yang berat menurut kebanyakan orang, maka semua ini adalah faktor terpenting untuk meraih anugerah terbesar dan pem-berian paling istimewa yaitu ampunan Allah terhadap dosa-dosa, kecil ataupun besar yang mencakup sirnanya semua hal yang di-benci dan rahmatNya yang agung yang menjadi sumber kebaikan kondisi-kondisi mereka, lurusnya urusan-urusan agama dan dunia-wi mereka. Mereka mendapatkan rahmat dari Allah di Hari Kiamat.
(111) Manakala ﴾ تَأۡتِي كُلُّ نَفۡسٖ تُجَٰدِلُ عَن نَّفۡسِهَا ﴿ "tiap-tiap jiwa datang untuk membela dirinya sendiri." Setiap orang berkata, "Urusanku sen-diri, urusanku sendiri." Tidak terpikirkan kecuali dirinya sendiri, maka pada hari itu, seorang hamba membutuhkan kebaikan walau-pun hanya seberat biji dzarrah ﴾ وَتُوَفَّىٰ كُلُّ نَفۡسٖ مَّا عَمِلَتۡ ﴿ "Dan bagi tiap-tiap jiwa disempurnakan (balasan) perbuatan yang telah dikerjakannya," berupa amal kebaikan atau kejelekan ﴾ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ﴿ "sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan)," tidak ditambahi pada kejelekan mereka dan tidak dikurangi kebaikan-kebaikan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.
Posting Komentar