Surat Maryam Ayat 55

Surat ke-19

Maryam

Ayat 55

وَكَانَ يَأْمُرُ اَهْلَهٗ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِۖ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهٖ مَرْضِيًّا

Wa kāna ya'muru ahlahū biṣ-ṣalāti waz-zakāh(ti), wa kāna ‘inda rabbihī marḍiyyā(n).

Artinya

Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Dengan kerasulan itu Nabi Ismail mengajak kaumnya mematuhi Allah _dan dia_ selalu _menyuruh keluarganya untuk_ melaksanakan _salat_ sebagai ibadah dan ungkapan syukur kepada-Nya _dan_ menunaikan _zakat_ kepada mereka yang berhak mendapatkannya. Dengan ketulusan _dan_ keteguhannya memegang janji, _dia_ menjadi salah _seorang yang diridai di sisi Tuhannya_.

Tafsir Ibnu Katsir

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>Dan ia menyuruh ahlinya untuk salat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya.</i>

Makna ayat ini pun mengandung pujian yang baik dan menggambarkan sifat yang terpuji, serta pekerti yang benar, mengingat Nabi Ismail adalah orang yang sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Tuhannya dan juga memerintahkan kepada keluarganya untuk mengerjakan ketaatan kepada Tuhannya. Perihalnya sama dengan apa yang difirmankan oleh Allah Swt. kepada Rasulullah Saw.:

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. (Thaahaa:132), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah Swt. yang mengatakan:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At Tahriim:6)

Dengan kata lain, perintahkanlah keluarga kalian untuk mengerjakan kebajikan dan cegahlah mereka dari kemungkaran, dan janganlah kalian biarkan mereka tersia-sia yang akibatnya mereka akan dimakan oleh api neraka kelak pada hari kiamat.

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di malam hari, lalu salat, dan membangunkan istrinya (untuk salat bersamanya), jika istrinya menolak, maka ia mencipratkan air ke muka istrinya (agar bangun). Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di tengah malam, lalu salat, dan membangun­kan suaminya (untuk salat), jika suaminya menolak, maka ia mencipratkan air ke mukanya (agar bangun).

Hadis diketengahkan oleh Imam Abu Daud dan Ibnu Majah.

Diriwayatkan dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda:

Apabila seorang lelaki bangun di tengah malam, lalu ia membangunkan istrinya, kemudian keduanya salat dua rakaat, maka dicatatkan bagi keduanya (di dalam buku catatan amalnya) termasuk laki-laki dan wanita yang banyak berzikir kepada Allah.

Hadis yang sama telah diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasai, dan Ibnu Majah, sedangkan lafaznya berdasarkan apa yang ada pada Ibnu Majah.

Tafsir as-Sa'di

"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam al-Qur`an. Sesungguhnya dia ada-lah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan dia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya." (Maryam: 54-55).
(54) Maksudnya, ceritakanlah kisah nabi yang agung ini dalam al-Qur`an yang mulia, yang melahirkan bangsa Arab, bangsa terbaik dan termulia, yang mana penghulu Bani Adam muncul dari mereka (nabi Muhammad). ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلۡوَعۡدِ ﴿ "Sesungguhnya dia adalah seorang yang benar janjinya," maksudnya, dia tidak pernah berjanji melainkan pasti menepatinya. Ini meliputi janjinya yang dibuat bersama Allah atau janji kepada makhluk. Oleh karena itu, ketika berjanji kepada dirinya sendiri akan bersabar atas (rencana) penyembelihan dirinya oleh sang ayah, dia mengatakan,
﴾ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ 102 ﴿
"Insya Allah, kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (Ash-Shaffat: 102).
Dia memenuhi janjinya, dan memberikan kemudahan kepada bapaknya untuk melakukan penyembelihan. Sebuah musibah terberat yang menimpa seseorang. Kemudian Allah memberikan sifat nubuwwah (kenabian) dan risalah (kerasulan), yang merupakan nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hambaNya dan men-jadikannya sebagai insan yang berada di tingkatan tertinggi dari para makhluk.
(55) ﴾ وَكَانَ يَأۡمُرُ أَهۡلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ ﴿ "Dan dia menyuruh keluarganya untuk melaksanakan shalat dan menunaikan zakat," maksudnya, Isma'il melaksanakan perintah Allah pada keluarganya. Dia menyuruh keluarganya melaksanakan shalat yang memuat unsur keikhlasan kepada Dzat yang diibadahi, dan menyuruh keluarganya menge-luarkan zakat yang mengandung perbuatan baik kepada sesama manusia. Jadi, dia telah menyempurnakan dirinya dan menyem-purnakan orang lain. Terutama orang terdekatnya yaitu keluarga. Karena merekalah orang yang paling berhak untuk menerima dakwahnya dibandingkan dengan yang lain. ﴾ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرۡضِيّٗا 55 ﴿ "Dan dia adalah orang yang diridhai di sisi Rabbnya." Ini disebabkan oleh ketaatannya dan kesungguhannya dalam perkara-perkara yang diridhai Allah. Maka, Allah meridhainya dan memasukkannya ke dalam deretan hambaNya yang paling unggul dan waliNya yang dekat dengan Allah. Allah meridhainya, dan dia pun ridha kepada Rabbnya.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar