Surat Maryam Ayat 4

Surat ke-19

Maryam

Ayat 4

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا

Qāla rabbi innī wahanal-‘aẓmu minnī wasyta‘alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu‘ā'ika rabbi syaqiyyā(n).

Artinya

Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Dengan santun dan suara yang lembut_ dia berkata, “Ya Tuhanku_ Yang Maha Pengasih dan Maha Pemelihara, _sungguh_ kini _tulang_ belulang_ku telah_ menjadi _lemah_ sehingga aku sering merasa letih,_ dan_ rambut _kepalaku telah_ memutih seperti perak karena _dipenuhi uban_, pertanda bahwa aku telah berusia senja. Namun, aku tidak pernah putus asa _dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku_. Engkau adalah Zat yang tidak pernah mengecewakan siapa pun.

Tafsir Ibnu Katsir

<i>Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah.”</i>

Yakni lemah dan rapuh, tidak mempunyai kekuatan lagi

<i>...dan kepalaku telah ditumbuhi uban.</i>

Artinya, warna putih ubannya menutupi sisa rambutnya yang masih hitam.

Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah menceritakan tentang kelemahan dan ketuaan serta tanda-tandanya, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>...dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.</i>

Yakni saya belum pernah berdoa kepada Engkau, melainkan Engkau memperkenankannya, Engkau tidak pernah menolak apa yang kumohonkan kepada-Mu.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar