Surat Hud Ayat 91

Surat ke-11

Hud

Ayat 91

قَالُوْا يٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَقُوْلُ وَاِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْنَا ضَعِيْفًا ۗوَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنٰكَ ۖوَمَآ اَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيْزٍ

Qālū yā syu‘aibu mā nafqahu kaṡīram mimmā taqūlu wa innā lanarāka fīnā ḍa‘īfā(n), wa lau lā rahṭuka larajamnāk(a), wa anta ‘alainā bi‘azīz(in).

Artinya

Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami".

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Setelah diuraikan nasihat Nabi Syuaib kepada kaumnya supaya mengikuti jalan yang benar, kemudian dipaparkan tentang jawaban _mereka_ setelah mendengar nasihat Nabi Syuaib, seraya _berkata,_ _"Wahai Syuaib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang_ atau menilai _engkau_ sekarang ini sebagai _seorang yang lemah di antara kami_, karena tidak memiliki kekuatan, baik berupa harta kekayaan atau kekuasaan untuk melawan kami. _Kalau tidak karena_ kami memandang _keluargamu, tentu kami telah merajam engkau_ dengan melempari batu hingga mati, _sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh_, memiliki kewibawaan atau kedudukan _di lingkungan kami."_

Tafsir Ibnu Katsir

Mereka mengatakan:

<i>Hai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti.</i>

Maksudnya, kami tidak banyak memahami perkataanmu itu.

<i>...dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah.</i>

Sa' id ibnu Jubair dan As-Sauri mengatakan, Nabi Syu'aib adalah seorang yang tuna netra. As-Sauri mengatakan bahwa Nabi Syu'aib dijuluki sebagai juru bicara para nabi.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

<i>Dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami.</i>
Bahwa yang dimaksud ‘lemah’ ialah karena dia sendirian.

Abu Rauq mengatakan bahwa mereka bermaksud bahwa dia adalah orang yang hina, karena kaum kerabatnya tidak memeluk agamanya.

<i>...kalau tidaklah karena keluargamu, tentulah kami telah merajam kamu.</i>

Yang dimaksud dengan rahtun ialah kaum, yakni 'seandainya tidaklah karena kaummu yang kami hormati, niscaya kami akan merajam kamu'. Menurut suatu pendapat dengan batu, sedangkan menurut pendapat yang lainnya mengatakan dengan caci maki.

<i>...sedangkan kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami.</i>

Artinya, kamu bukanlah orang yang berwibawa di kalangan kami.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar