Surat Hud Ayat 9
Surat ke-11
Hud
Ayat 9وَلَىِٕنْ اَذَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنٰهَا مِنْهُۚ اِنَّهٗ لَيَـُٔوْسٌ كَفُوْرٌ
Wa la'in ażaqnal-insāna minnā raḥmatan ṡumma naza‘nāhā ‘anh(u), innahū laya'ūsun kafūr(un).
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Setelah pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang penciptaan langit dan bumi serta apa-apa yang ada pada keduanya, untuk menguji manusia, apakah mensyukuri nikmat Allah atau mengingkarinya, maka pada ayat ini Allah menerangkan tentang tabiat manusia pada umumnya. _Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia_ berupa kesehatan, harta kekayaan, kedudukan, keturunan, dan rasa aman, _kemudian rahmat itu Kami cabut kembali_, maka _pastilah dia menjadi putus asa_. Mereka hanya memperlihatkan keingkaran _dan tidak berterima kasih_ serta tidak pula menghargai nikmat-nikmat yang masih ada pada dirinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah Swt. menceritakan perihal manusia dan sifat-sifat tercela yang ada pada dirinya, kecuali bagi orang yang dikasihi oleh Allah dari kalangan hamba-hamba-Nya yang beriman. Bahwa manusia itu apabila mendapat musibah sesudah mendapat nikmat, maka ia akan berputus asa dan merasa terputus dari kebaikan di masa selanjutnya, serta kafir dan ingkar terhadap keadaan yang sebelumnya. Seakan-akan dia tidak pernah mengalami suatu kebaikan pun, dan sesudah itu dia tidak mengharapkan suatu jalan keluar pun.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar