Surat Hud Ayat 84
Surat ke-11
Hud
Ayat 84۞ وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗوَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ اِنِّيْٓ اَرٰىكُمْ بِخَيْرٍ وَّاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيْطٍ
Wa ilā madyana akhāhum syu‘aibā(n), qāla yā qaumi‘budullāha mā lakum min ilāhin gairuh(ū), wa lā tanquṣul-mikyāla wal-mīzāna innī arākum bikhairiw wa innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumim muḥīṭ(in).
Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)".
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Setelah diuraikan kisah Kaum Nabi Lut yang diazab oleh Allah akibat kedurhakaan dan perbuatan keji yang mereka lakukan, kemudian diuraikan kembali kisah umat terdahulu, yaitu kaum Nabi Syuaib sebagai pelajaran bagi umat Nabi Muhammad. _Dan kepada_ penduduk _Madyan,_ Kami utus _saudara_ satu keturunan dengan _mereka,_ yaitu Nabi _Syuaib. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu_ yang berhak disembah _selain Dia_. Kemudian Nabi Syuaib menasihati mereka seraya berkata, _"Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan_ dalam berniaga, karena perbuatan itu sama saja menipu manusia. _Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik_ ekonominya ditopang dengan keadaan wilayah yang subur, sehingga hidup makmur, bahagia dan sejahtera sehingga tidak perlu melakukan kecurangan. _Dan sesungguhnya aku khawatir_ jika kamu menipu dan berbuat curang, _kamu akan ditimpa azab pada suatu hari yang merata_, yakni azab itu menimpa seluruh manusia yang ada di dalamnya karena dahsyatnya azab tersebut, sehingga tidak ada satu pun yang selamat."
Tafsir Ibnu Katsir
Allah Swt. menyebutkan, "Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada penduduk kota Madyan yang penghuninya terdiri atas suatu kabilah dari kalangan bangsa Arab. Mereka tinggal di kawasan antara Hijaz dan Syam, dekat dengan Ma'an, suatu kota yang dikenal dengan nama mereka, kota tersebut dijuluki dengan sebutan kota Madyan."
Allah mengutus Nabi Syu'aib kepada mereka. Nabi Syu'aib berasal dari keturunan orang yang terhormat di kalangan mereka. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
<i>...saudara mereka Syu’aib.</i>
Nabi Syu'aib memerintahkan mereka untuk menyembah kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Nabi Syu'aib pun melarang mereka mengurangi takaran dan timbangan mereka.
<i>...sesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan yang baik (mampu).</i>
Yakni penghidupan dan rezeki kalian dalam keadaan baik-baik saja, dan sesungguhnya aku takut bila kenikmatan yang ada pada kalian itu dicabut dari kalian karena kalian mengerjakan hal-hal yang diharamkan oleh Allah Swt.
<i>...dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kalian akan azab hari yang membinasakan (kiamat).</i>
Maksudnya, di hari akhirat nanti.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar