Surat Hud Ayat 82

Surat ke-11

Hud

Ayat 82

فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ

Falammā jā'a amrunā ja‘alnā ‘āliyahā sāfilahā wa amṭarnā ‘alaihā ḥijāratam min sijjīlim manḍūd(in).

Artinya

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

_Maka ketika keputusan Kami datang_ untuk menurunkan azab kepada kaum Nabi Lut yang durhaka, _Kami menjungkirbalikkannya negeri kaum Lut_ sehingga bagian atas bangunan berada di bawah dan bagian bawah bumi ada di atas, sebagai akibat perbuatan mereka memutarbalikkan fitrah, _dan Kami hujani mereka bertubi-tubi_ tiada henti dari tempat tinggi _dengan batu dari tanah yang terbakar_ (Lihat: Surah al-'Ankabut/29: 34 dan az-Zariyat/51: 32-33).

Tafsir Ibnu Katsir

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>Maka tatkala datang azab Kami.</i>

Hal itu terjadi di saat matahari terbit.

<i>Kami jadikan negeri kaum Lut yang bagian atasnya ke bawah (Kami balikkan).</i>

Yang dimaksud adalah kota Sodom, sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpa­nya. (An Najm:54)

Artinya, Kami hujani kota itu dengan batu dari tanah liat. Lafaz sijjil menurut bahasa Persia berarti 'batu dari tanah liat', menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya. Menurut sebagian ulama adalah dari batu dan tanah liat. Di dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya:

batu-batu dari tanah yang (keras). (Adz Dzaariyaat:33)

Yakni yang telah mengeras jadi batu sehingga kuat. Sebagian ulama mengatakan tanah liat yang dibakar. Imam Bukhari mengatakan bahwa sijjil artinya yang kuat lagi besar. Sijjil dan sijjin mempunyai makna yang sama.

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>...dengan bertubi-tubi.</i>

Sebagian ulama mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang dibakar di langit, yakni yang disediakan khusus untuk itu. Ulama lainnya mengatakan, makna mandud ialah yang diturunkan secara bertubi-tubi kepada mereka.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar