Surat Hud Ayat 5
Surat ke-11
Hud
Ayat 5اَلَآ اِنَّهُمْ يَثْنُوْنَ صُدُوْرَهُمْ لِيَسْتَخْفُوْا مِنْهُۗ اَلَا حِيْنَ يَسْتَغْشُوْنَ ثِيَابَهُمْ ۙيَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَۚ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ ۔
Alā innahum yaṡnūna ṣudūrahum liyastakhfū minh(u), alā ḥīna yastagsyūna ṡiyābahum, ya‘lamu mā yusirrūna wa mā yu‘linūn(a), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).
Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Setelah menjelaskan bahwa seluruh manusia akan kembali dan menghadap Allah pada Hari Kiamat nanti, lalu ayat ini menjelaskan bahwa pengetahuan Allah meliputi apa saja yang ditampakkan maupun yang disembunyikan. _Ingatlah, sesungguhnya mereka_, yaitu orang-orang munafik, _memalingkan dada_ dari kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad, _untuk menyembunyikan_ sesuatu dalam _diri,_ yakni permusuhan dan kemunafikan mereka _dari dia_, yakni Nabi Muhammad. _Ingatlah, ketika mereka_ dengan sungguh-sungguh _menyelimuti,_ menutupi _diri-nya dengan kain_ agar tidak terlihat oleh Allah dan Nabi Muhammad, _Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan_, yakni tampakkan, _sungguh, Allah Maha Mengetahui_ segala _isi hati_ dan segala yang tersembunyi.
Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Abbas mengatakan bahwa mereka tidak suka bila menghadapkan kemaluan mereka ke arah langit di saat mereka melakukan senggama (jimak). Lalu Allah Swt. menurunkan ayat ini.
Imam Bukhari meriwayatkan melalui jalur Ibnu Juraij, dari Muhammad ibnu Abbad ibnu Ja'far, bahwa Ibnu Abbas membaca firman-Nya: Ingatlah, sesungguhnya mereka memalingkan dada mereka. (Huud:5), hingga akhir ayat. Lalu aku bertanya, "Hai Ibnu Abbas, apakah yang dimaksud dengan memalingkan dada mereka?" Ibnu Abbas menjawab, "Lelaki yang sedang menyetubuhi istrinya, lalu ia merasa malu, atau dia sedang membuang hajatnya, lalu merasa malu," maka turunlah firman-Nya:
<i>Ingatlah, sesungguhnya mereka memalingkan dadanya.</i>
Menurut lafaz yang lain, Ibnu Abbas mengatakan bahwa dahulu ada orang-orang yang merasa malu bila membuang hajatnya karena akan kelihatan dari langit, begitu pula bila mereka menyetubuhi istri-istri mereka dengan menghadap ke arah langit. Maka turunlah ayat ini berkenaan dengan mereka.
Kemudian Imam Bukhari mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Amr, bahwa Ibnu Abbas membaca firman-Nya:
<i>Ingatlah, sesungguhnya mereka memalingkan dadanya untuk menyembunyikan diri darinya. Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain.</i>
Imam Bukhari dan lain-lainnya meriwayatkan melalui Ibnu Abbas, bahwa makna firman-Nya, "Yastagsyuna," ialah 'menutupi kepala mereka dengan kainnya'.
Menurut riwayat lain, dalam tafsir ayat ini disebutkan bahwa Ibnu Abbas mengartikannya dengan pengertian ragu kepada Allah dan mengerjakan keburukan-keburukan. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Al-Hasan, dan lain-lainnya. Dengan kata lain, mereka memalingkan dadanya di kala mengucapkan sesuatu atau mengerjakan sesuatu, dengan dugaan bahwa dengan berbuat demikian mereka dapat menyembunyikan dirinya dari Allah Swt. Maka Allah memberitahukan kepada mereka bahwa di waktu mereka menutupi dirinya dengan kain saat mereka tidur di malam hari: Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan. Yakni perkataan yang mereka sembunyikan. dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Maksudnya, Allah mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati mereka, yakni semua niat buruk dan rahasia mereka.
Abdullah ibnu Syaddad mengatakan, "Apabila salah seorang dari mereka bersua dengan Rasulullah Saw., maka ia memalingkan dadanya dan menutupi kepalanya (agar tersembunyi) dari Nabi Saw. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya berkenaan dengan hal tersebut."
Akan tetapi, bila damir dikembalikan kepada Allah (bukan kepada Nabi Saw.) adalah lebih utama, karena firman selanjutnya mengatakan:
<i>Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan.</i>
Ibnu Abbas membaca ayat ini dengan bacaan berikut:
<i>Ingatlah, sesungguhnya mereka memalingkan dadanya. </i>
Lafaz sudurahum dibaca rafa' hingga menjadi suduruhum, yakni tasnuna suduruhum, karena dianggap menjadi fa'il, bacaan ini dekat dengan makna yang dimaksud.
Tafsir as-Sa'di
"Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri darinya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (Hud: 5).
(5) Allah mengabarkan kebodohan orang-orang musyrik dan kesesatan mereka yang jauh, bahwa mereka itu ﴾ يَثۡنُونَ صُدُورَهُمۡ ﴿ "memalingkan dada mereka" maksudnya, mereka berpaling agar bisa bersembunyi dari Allah sehingga dada mereka itu menghalangi ilmu Allah tentang keadaan mereka dan menghalangi penglihatan-Nya kepada gerak-gerik mereka. Allah berfirman menjelaskan ke-salahan mereka dalam prasangkanya ini, ﴾ أَلَا حِينَ يَسۡتَغۡشُونَ ثِيَابَهُمۡ ﴿ "Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain." Yakni menutupi dengannya. Dalam kondisi tersebut yang merupakan kondisi paling tersamar, Allah tetap mengetahui keadaan mereka lebih dari itu. ﴾ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ ﴿ "Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan", berupa perkataan dan perbuatan, ﴾ وَمَا يُعۡلِنُونَۚ ﴿ "dan apa yang mereka tampakkan", darinya bahkan apa yang lebih mendalam darinya, yaitu ﴾ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." Yakni keinginan-keinginan, was-was dan pemikiran-pemikiran yang ada di dalamnya yang tidak dikatakan, baik secara rahasia atau terang-terangan, bagaimana mungkin keadaanmu samar bagiNya ketika kamu memalingkan dadamu agar bisa bersembunyi dariNya?
Ada kemungkinan makna lain dalam hal ini yaitu bahwa Allah menyebut berpalingnya orang-orang musyrik dari Rasul dan kela-laian mereka terhadap dakwahnya, bahwa karena kerasnya berpa-lingnya mereka, sampai mereka memalingkan dada mereka yakni mereka membelokkan badan manakala mereka melihat Rasul agar beliau tidak melihat mereka, menyampaikan dakwahnya dan me-nasihati mereka dengan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Ada-kah sesuatu yang melebihi atas berpalingnya mereka ini? Kemudian Allah mengancam mereka dengan ilmuNya terhadap seluruh ke-adaan mereka, dan bahwa mereka tidak ada sesuatu pun yang ter-sembunyi atas Allah dan Dia akan membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.
Posting Komentar