Surat At-Taubah Ayat 46

Surat ke-9

At-Taubah

Ayat 46

۞ وَلَوْ اَرَادُوا الْخُرُوْجَ لَاَعَدُّوْا لَهٗ عُدَّةً وَّلٰكِنْ كَرِهَ اللّٰهُ انْۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيْلَ اقْعُدُوْا مَعَ الْقٰعِدِيْنَ

Wa lau arādul-khurūja la'a‘addū lahū ‘uddataw wa lākin karihallāhumbi‘āṡahum fa ṡabbaṭahum wa qīlaq‘udū ma‘al-qā‘idīn(a).

Artinya

Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu".

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Ayat sebelumnya menjelaskan perbedaan antara kaum mukmin dan munafik dalam menyikapi perintah berperang, maka ayat ini menyebutkan salah satu ciri orang munafik. _Dan seandainya mereka_, kaum munafik, _mau berangkat_ untuk berperang, _niscaya mereka_ akan _menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu_ sebagaimana orang-orang mukmin yang lain, namun hal itu tidak akan pernah mereka lakukan, karena sejak awal mereka memang tidak ingin berangkat berperang. _Akan tetapi_ seandainya mereka berangkat berperang dengan kondisi jiwa semacam itu justru hanya akan menciptakan kekacauan dalam barisan umat muslim dan melemahkan jiwanya, karena itu _Allah tidak menyukai keberangkatan mereka_ untuk berperang beserta kaum mukminin, _maka Dia melemahkan keinginan_ dan niat _mereka_ untuk berangkat ke medan perang, _dan_ seakan _dikatakan_ dalam hati mereka, "Jangan berangkat ke medan perang dan _tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu_, yakni bersama anak-anak, para wanita, dan orang-orang tua."

Tafsir Ibnu Katsir

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>Dan jika mereka mau berangkat.</i>

Yakni berangkat berperang bersamamu.

<i>...tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu.</i>

Maksudnya, niscaya mereka bersiap-siap untuk berangkat berperang.

<i>...tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka.</i>

Yaitu benci dan tidak suka berangkat berperang bersamamu secara takdir.

<i>...maka Allah melemahkan keinginan mereka.</i>

Yakni menjadikan mereka malas untuk berangkat.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar