Surat Ar-Ra'd Ayat 37

Surat ke-13

Ar-Ra'd

Ayat 37

وَكَذٰلِكَ اَنْزَلْنٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّاۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَمَا جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا وَاقٍ ࣖ

Wa każālika anzalnāhu ḥukman ‘arabiyyā(n), wa la'inittaba‘ta ahwā'ahum ba‘da mā jā'aka minal-‘ilm(i), mā laka minallāhi miw waliyyiw wa lā wāq(in).

Artinya

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

_Dan_ sebagaimana telah Kami turunkan kitab suci kepada kaum Yahudi dan Nasrani dengan bahasa masing-masing, _demikianlah_ pula _Kami_ _telah menurunkannya_ (Al-Qur'an) kepadamu, wahai Nabi Muhammad, _sebagai peraturan_ hukum yang Kami turunkan _dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka_ untuk mempersekutukan Allah _setelah datang pengetahuan_ yang benar dan lurus, yakni Al-Qur'an _kepadamu, maka tidak_ akan _ada yang_ dapat _melindungi dan menolong engkau dari _siksa_ Allah._

Tafsir Ibnu Katsir

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab.</i>

Yakni sebagaimana Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum kamu dan menurunkan kepada mereka kitab-kitab dari langit, begitu pula Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an sebagai peraturan dengan berbahasa Arab, yang dengannya Kami muliakan engkau dan Kami lebihkan engkau di atas selainmu, berkat kitab Al-Qur'an yang jelas lagi terang ini.

Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baikdari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji. (Al Fushilat:42)

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka.</i>

Yakni jika kamu mengikuti pendapat-pendapat mereka.

<i>...setelah datang pengetahuan kepadamu.</i>

Yaitu pengetahuan dari Allah Swt.

<i>...maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.</i>

Hal ini mengandung ancaman yang ditujukan kepada orang-orang yang berpengetahuan, agar jangan mengikuti jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang sesat, sesudah mereka berjalan di atas jalan yang benar, yaitu sunnah nabawi dan hujah yang jelas yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw.

Tafsir as-Sa'di

" Dan demikianlah, Kami telah menurunkan al-Qur`an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam Bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu dari (siksa) Allah." (Ar-Ra'd: 37)
(37) Sungguh Kami telah menurunkan al-Qur`an dan al-Kitab ﴾ حُكۡمًا عَرَبِيّٗاۚ ﴿ "sebagai peraturan (yang benar) dalam Bahasa Arab," maksudnya yang menetapkan hukum dan sempurna dengan ung-kapan yang paling jelas dan bahasa yang paling fasih, agar tidak timbul keragu-raguan dan kesamaran serta untuk mendorong agar kitab itu (al-Qur`an) menjadi satu-satunya kitab yang diikuti, tidak ada unsur penipuan di dalamnya dan tidak mengikuti hal-hal yang bertentangan dan berlawanan dengannya seperti hawa nafsu orang-orang yang tidak berilmu. Oleh karena itu, Allah mengancam RasulNya –meskipun beliau seorang yang ma'shum– untuk mengo-kohkan beliau dengan menjaganya. Supaya umat Islam meniru beliau dalam hukum-hukum agama. Allah berfirman, ﴾ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ ﴿ "Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu," yang jelas yang melarangmu dari mengikuti hawa nafsu mereka ﴾ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ ﴿ "maka sekali-kali tidak ada pelindung bagimu dari (siksa) Allah," yang akan memelihara dirimu sehingga hal-hal yang menyenangkan terwujud untukmu. ﴾ وَلَا وَاقٖ ﴿ "Dan pemelihara," yang melindungimu dari perkara yang tidak mengenakkan.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar