Surat Ar-Ra'd Ayat 19
Surat ke-13
Ar-Ra'd
Ayat 19۞ اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰىۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِۙ
Afamay ya‘lamu annamā unzila ilaika mir rabbikal-ḥaqqu kaman huwa a‘mā, innamā yatażakkaru ulul-albāb(i).
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Usai menjelaskan balasan bagi manusia yang memenuhi dan yang abai atas seruan-seruan-Nya, Allah lalu membandingkan antara orang yang mengetahui kebenaran dengan yang tidak. Bila dibandingkan, _maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa_ (Al-Qur'an) _yang diturunkan Tuhan kepadamu _itu_ adalah kebenaran_, lalu dia beriman kepadanya, _sama dengan orang yang buta_ mata hatinya dan enggan beriman kepadanya? Tentu tidak sama. _Hanya orang berakal saja-_yang biasa Al-Qur'an sebut dengan Ulul Albab-_yang dapat_ memahami perbandingan tersebut dan _mengambil pelajaran_ darinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah Swt. menyebutkan bahwa tidaklah sama orang yang meyakini bahwa apa:
<i>...yang diturunkan kepadamu.</i>
hai Muhammad.
<i>...dari Tuhanmu.</i>
Adalah perkara yang hak yang tiada keraguan di dalamnya, tiada kebimbangan, tiada kebingungan, dan tiada pertentangan di dalamnya. Bahkan semuanya adalah benar, sebagian darinya membenarkan sebagian yang lain, tiada sesuatu pun darinya yang bertentangan dengan lainnya. Semua berita yang disebutkan di dalam Al-Qur'an adalah benar, dan semua perintah serta larangannya adalah adil, seperti yang disebutkan dalam firman Allah dalam ayat lain:
Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil. (Al An'am:115)
Artinya, benar dalam berita-beritanya dan adil dalam perintahnya. Maka tidaklah sama orang yang mengecap kebenaran dari apa yang disampaikan. olehmu, hai Muhammad, dengan orang yang buta tiada petunjuk baginya ke jalan kebaikan dan tiada pula ia memahaminya, dan seandainya dia memahaminya, ia tetap tidak akan tunduk, tidak akan membenarkannya, tidak pula akan mengikutinya. Ayat ini sama maknanya dengan firman Allah Swt. dalam ayat yang lain, yaitu:
Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga, penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung. (Al Hasyr:20)
Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:
<i>Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?</i>
Dengan kata lain, apakah orang yang berciri khas demikian sama dengan orang itu? Jawabnya, tentu saja tidak sama.
<b>Firman Allah Swt.:</b>
<i>Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.</i>
Yakni sesungguhnya orang yang mengambil pelajaran dan menjadikannya sebagai nasihat serta memahaminya hanyalah orang-orang yang berakal sehat dan berpikiran lurus, semoga Allah menjadikan kita di antara golongan mereka.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar