Surat Al-Ma'idah Ayat 71

Surat ke-5

Al-Ma'idah

Ayat 71

وَحَسِبُوْٓا اَلَّا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ فَعَمُوْا وَصَمُّوْا ثُمَّ تَابَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوْا وَصَمُّوْا كَثِيْرٌ مِّنْهُمْۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ

Wa ḥasibū allā takūna fitnatun fa ‘amū wa ṣammū ṡumma tāballāhu ‘alaihim ṡumma ‘amū wa ṣammū kaṡīrum minhum, wallāhu baṣīrum bimā ya‘malūn(a).

Artinya

Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Allah akan selalu memperingatkan manusia yang melakukan kesalahan, tetapi kaum Yahudi mengabaikan hal ini,_ dan mereka mengira bahwa_ dengan status yang dianugerahi kelebihan, maka_ tidak akan terjadi bencana apa pun_ terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu. Oleh _karena itu_, anggapan tersebut telah menyebabkan _mereka menjadi buta_ terhadap kebaikan-kebaikan yang dicontohkan para rasul _dan tuli_ terhadap nasihat-nasihat agama yang disampaikan. _Kemudian Allah_ Yang Maha Pengampun _menerima tobat mereka_ ketika mereka bertobat dan memohon ampunan-Nya. Akan tetapi, ternyata _kemudian kebanyakan dari mereka_ tetap dalam keadaan_ buta_ terhadap amal saleh yang diajarkan_ dan tuli_ karena tidak mau mendengarkan ajaran agama yang disampaikan, _dan_ sesungguhnya_ Allah Maha Melihat_ terhadap_ apa_ saja _yang mereka kerjakan._

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menyebutkan bahwa Dia telah mengambil perjanjian dan ikatan atas kaum Bani Israil, mereka harus tunduk dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Tetapi mereka melanggar perjanjian dan ikatan tersebut, lalu mereka mengikuti pendapat dan hawa nafsunya sendiri. Mereka memprioritaskannya di atas semua syariat, maka hal-hal yang bersesuaian dengan keinginan mereka dari syariat itu mereka terima, sedangkan hal-hal yang bertentangan dengan kemauan hawa nafsu dan pendapat mereka, mereka tolak. Karena itulah Allah Swt. berfirman:

<i>Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun (terhadap mereka).</i>

Yaitu mereka menduga tidak akan ada suatu bencana pun yang menimpa mereka karena perbuatan mereka itu. Dan ternyata perbuatan mereka itu membawa akibat bencana, yaitu mereka menjadi buta, tidak dapat mengenal perkara yang hak, dan tuli, tidak dapat mendengar perkara yang hak serta tidak mendapat petunjuk untuk mengetahui perkara yang hak. Hanya saja Allah memberikan ampunan kepada mereka atas perbuatan mereka itu.

<i>...kemudian menjadi buta dan tulilah.</i>

Yakni sesudah itu.

<i>...kebanyakan dari mereka Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.</i>

Allah selalu melihat mereka dan mengetahui siapa yang berhak mendapat hidayah dan siapa yang berhak disesatkan dari kalangan mereka.

Tafsir as-Sa'di

"Sungguh Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun (ter-hadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." (Al-Ma`idah: 70-71).
(70) Allah berfirman, ﴾ لَقَدۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Sungguh Kami telah mengambil perjanjian Bani Israil," yaitu, perjanjian mereka yang berat dengan beriman kepada Allah dan menunaikan kewa-jiban-kewajibanNya yang telah disinggung pada FirmanNya,
﴾ وَلَقَدۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَبَعَثۡنَا مِنۡهُمُ ٱثۡنَيۡ عَشَرَ نَقِيبٗاۖ ﴿
"Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin..." sampai akhir ayatnya. (Al-Ma`idah: 12).
﴾ وَأَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ رُسُلٗاۖ ﴿ "Dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul," yang silih berganti mendakwahi dan membimbing mereka secara intensif, akan tetapi hal itu tidak berhasil dan tidak berguna pada mereka. ﴾ كُلَّمَا جَآءَهُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُهُمۡ ﴿ "Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka," yaitu kebenaran, maka mereka mendustakan dan menentangnya dan memperlakukannya dengan perlakuan yang paling buruk, ﴾ فَرِيقٗا كَذَّبُواْ وَفَرِيقٗا يَقۡتُلُونَ ﴿ "(maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh."
(71) ﴾ وَحَسِبُوٓاْ أَلَّا تَكُونَ فِتۡنَةٞ ﴿ "Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun," maksudnya, mereka menyangka bahwa kemaksiatan dan pendustaan mereka tidak menyeret hukuman dan azab atas mereka. Mereka terus berjalan di atas kebatilan, me-reka buta ﴾ وَصَمُّواْ ﴿ "dan tuli" dari kebenaran. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" Allah mengangkatnya dan ﴾ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "menerima taubat mereka," mana-kala mereka bertaubat dan kembali kepadaNya. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" mereka terus berjalan di atas itu sehingga kebanyakan dari mereka berbalik kepada keadaan yang buruk. ﴾ عَمُواْ وَصَمُّواْ كَثِيرٞ مِّنۡهُمۡۚ ﴿ "Keba-nyakan dari mereka buta dan tuli (lagi)" dengan sifat ini, sementara yang minoritas terus berjalan di atas taubat dan iman mereka. ﴾ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka ker-jakan." Lalu Dia membalas setiap orang yang beramal dengan amal-nya. Jika baik maka balasannya baik, jika buruk maka balasannya buruk.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar