Surat Al-Kahf Ayat 75

Surat ke-18

Al-Kahf

Ayat 75

۞ قَالَ اَلَمْ اَقُلْ لَّكَ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا

Qāla alam aqul laka innaka lan tastaṭī‘a ma‘iya ṣabrā(n).

Artinya

Khidhr berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?"

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Setelah memperingatkan Nabi Musa untuk tidak mempertanyakan hal yang dia lakukan, hamba yang saleh (Nabi Khidir) kembali memperingatkan Nabi Musa yang mempertanyakan perbuatan Nabi Khidir membunuh seorang anak tanpa sebab yang dibenarkan. _Dia berkata, “Bukankah sudah _pernah_ kukatakan kepadamu bahwa engkau tidak akan mampu _bersikap_ sabar bersamaku_ saat melihat apa yang kulakukan?_."_

Tafsir Ibnu Katsir

Dalam firman selanjutnya disebutkan bahwa setelah itu:

<i>Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya berjum­pa dengan seorang anak, maka Khidir membunuhnya.</i>

Dalam penjelasan yang lalu telah disebutkan bahwa anak tersebut sedang bermain-main dengan anak-anak lainnya di salah satu bagian kampung tersebut. Lalu Khidir sengaja menangkap anak itu yang paling tampan dan paling cerah di antara mereka, lalu Khidir membunuhnya. Menurut suatu riwayat, Khidir membunuh anak itu dengan cara mencabut kepala­nya. Sedangkan menurut pendapat yang lainnya dengan cara memecah­kan kepala si anak itu dengan batu. Dan menurut riwayat yang lainnya lagi dengan cara memuntir kepala si anak. Hanya Allah yang lebih menge­tahui kebenarannya.

Ketika Musa melihat dan menyaksikan hal itu, ia mengingkarinya dengan protes yang lebih keras daripada yang pertama. Ia berkata:

<i>Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih.</i>

Yakni Jiwa yang masih kecil dan belum mencapai usia akil balig serta belum melakukan suatu dosa pun, lalu kamu membunuhnya.

<i>...bukan karena dia membunuh orang lain.</i>

Maksudnya, kamu membunuh dengan tanpa alasan.

<i>Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.</i>

Yakni suatu perbuatan yang jelas mungkarnya.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar