Surat Al-Kahf Ayat 2

Surat ke-18

Al-Kahf

Ayat 2

قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ

Qayyimal liyunżira ba'san syadīdam mil ladunhu wa yubasysyiral-mu'minīnal-lażīna ya‘malūnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā(n).

Artinya

sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Al-Qur'an diturunkan _sebagai bimbingan yang lurus_ dan sempurna, tidak berlebihan dan tidak kurang di dalam tuntutan dan hukum-hukumnya, dengan tujuan _untuk memperingatkan_ umat manusia _akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya_ yang menimpa mereka yang tidak percaya,_ dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin_ yang kokoh imannya _yang_ senantiasa _mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik_, yaitu surga beserta kenikmatannya.

Tafsir Ibnu Katsir

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>...sebagai bimbingan yang lurus.</i>

Yakni lurus tidak bengkok.

<i>...untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah.</i>

terhadap orang-orang yang menentang-Nya dan mendustakan-Nya serta tidak beriman kepada-Nya. A!-Qur'an memperingatkan mereka akan pembalasan yang keras dan siksaan yang disegerakan di dunia serta yang ditangguhkan sampai hari akhirat nanti.

<i>...dari sisi Allah.</i>

Yaitu dari sisi Allah yang berupa siksaan yang tiada seorang pun dapat mengazab seperti azab yang ditimpakan oleh-Nya, dan tiada seorang pun dapat mengikat seperti ikatan-Nya.

<i>...dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman.</i>

Maksudnya, dengan Al-Qur'an ini mereka yang imannya dibuktikan de­ngan amal saleh mendapat berita gembira.

<i>...bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.</i>

Yakni balasan pahala yang baik dari sisi Allah.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar