Surat Al-Kahf Ayat 101

Surat ke-18

Al-Kahf

Ayat 101

ۨالَّذِيْنَ كَانَتْ اَعْيُنُهُمْ فِيْ غِطَاۤءٍ عَنْ ذِكْرِيْ وَكَانُوْا لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَمْعًا ࣖ

Allażīna kānat a‘yunuhum fī giṭā'in ‘an żikrī wa kānū lā yastaṭī‘ūna sam‘ā(n).

Artinya

yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Mereka yang kafir itu adalah _orang-orang yang mata_ kepala dan hati_nya_ tidak digunakan untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, baik yang terdapat di alam semesta maupun yang tertulis dalam Kitab Suci. Mata mereka selalu_ dalam keadaan tertutup_ sehingga mereka terdorong untuk berpaling _dari memperhatikan tanda-tanda_ kebesaran-_Ku_ yang tersebar di jagad raya,_ dan mereka_ juga _tidak sanggup_ dan enggan _mendengar_ apalagi mematuhi seruan yang mengajak menuju kebenaran.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. menceritakan tentang apa yang diperbuat-Nya terhadap orang-orang kafir pada hari kiamat nanti, bahwa ditampakkanlah kepada mereka neraka Jahanam agar mereka melihat azab dan pembalasan yang ada di dalamnya sebelum mereka memasukinya. Dimaksudkan agar hal itu menambah sakit dan sedih mereka sebelum mereka mengalaminya.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis melalui Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

Neraka Jahanam didatangkan pada hari kiamat dengan ditarik oleh tujuh puluh ribu kendali, setiap kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat.

Kemudian Allah Swt. menceritakan keadaan mereka melalui firman selanjutnya, yaitu :

yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku. (Al Kahfi:101)

Yaitu mereka lalai, tidak mau tahu, bertekad untuk tidak menerima petunjuk, dan tidak mau mengikuti kebenaran. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan). Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Az Zukhruf:36)

Dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

<i>...dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.</i>

Yakni tidak dapat memahami perintah dan larangan Allah.

Tafsir as-Sa'di

"Kemudian (ketika) ditiup (lagi) sangkakala,
lalu Kami kum-pulkan mereka itu semuanya. Dan Kami nampakkan Jahanam pada hari itu kepada
orang-orang kafir dengan jelas. Yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari
memperhatikan tanda-tanda kebesaranKu, dan mereka tidak sanggup mendengar." (100-101).
(100) Adapun orang-orang kafir, dengan latar belakang kekufuran yang
berbeda, maka sesungguhnya Jahanam adalah balasan mereka, dan mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَعَرَضۡنَا جَهَنَّمَ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡكَٰفِرِينَ
عَرۡضًا 100 ﴿ "Dan Kami nampakkan Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas," seperti Firman Allah,
﴾ وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ 12 ﴿
"Dan apabila Neraka Jahim dinyalakan." (At-Takwir: 12).
Maksudnya diperlihatkan kepada mereka untuk menjadi tempat kembali dan tempat tinggal mereka,
menikmati rantai-ran-tainya, kobaran nyala api, sengatan air panas dan tusukan hawa dinginnya,
dan agar mereka merasakan siksa yang membuat kalbu-kalbu diam membisu dan
pendengaran-pendengaran menjadi tuli.

(101) Ini adalah dampak-dampak ulah perbuatan dan ba-lasan tindak-tanduk
mereka. Sesungguhnya mereka itu di dunia, mata mereka tertutupi oleh penutup (sehingga menutup)
dari meng-ingat Allah. Pengertiannya, mereka itu berpaling dari peringatan yang bijaksana dan
al-Qur`an al-Karim.
﴾ وَقَالُواْ قُلُوبُنَا فِيٓ أَكِنَّةٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ ﴿
"Dan mereka berkata, 'Hati kami berada dalam tutupan (yang menu-tupi) sesuatu yang mana kamu menyeru kami kepadanya'." (Fushshilat: 5).
Pada mata-mata mereka terdapat tabir penutup yang meng-hambat mereka dari melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ber-manfaat. Seperti Firman Allah,
﴾ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةٞۖ ﴿
"Dan penglihatan mereka ditutup." (Al-Baqarah: 7).
﴾ وَكَانُواْ لَا يَسۡتَطِيعُونَ سَمۡعًا 101 ﴿ "Dan mereka tidak sanggup mendengar," maksudnya tidak sanggup
mendengarkan ayat-ayat Allah yang mengantarkan kepada keimanan, lantaran kebencian mereka
ter-hadap al-Qur`an dan Rasulullah. Sesungguhnya orang yang mem-benci tidak dapat memusatkan
(konsentrasi) pendengarannya kepada perkataan orang yang dibencinya.
Bila jalan-jalan ilmu dan kebaikan telah tertutup dengan rapat, maka mereka tidak memiliki
pendengaran, pandangan, dan akal yang bermanfaat. Sungguh, mereka telah mengkufuri Allah,
mengingkari ayat-ayatNya dan mendustakan para RasulNya. Akibatnya, mereka pantas menerima
balasan Jahanam, dan itu adalah sejelek-jelek tempat kembali.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar