Surat Al-Isra' Ayat 49
Surat ke-17
Al-Isra'
Ayat 49وَقَالُوْٓا ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا وَّرُفَاتًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَ خَلْقًا جَدِيْدًا
Wa qālū a'iżā kunnā ‘iẓāmaw wa rufātan a'innā lamab‘ūṡūna khalqan jadīdā(n).
Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Pada ayat yang lalu, Allah membicarakan perkara kenabian dan bantahan kepada kaum musyrik yang memperolok-olokkan Nabi dan mendustakan Al-Qur'an. Kemudian pada ayat ini Allah membantah keragu-raguan mereka terhadap akhirat, kebangkitan dan pembalasan. Allah menyatakan, "_Dan mereka_, orang-orang yang tidak percaya kepada hari kebangkitan, _berkata, "Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang_ yang berserakan _dan benda-benda yang hancur_, terpisah satu dengan yang lain _apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"_
Tafsir Ibnu Katsir
Allah Swt. menceritakan perihal orang-orang kafir yang menganggap mustahil terjadinya hari berbangkit, bahwa mereka mengatakan dengan nada ingkar yang perkataan mereka disitir oleh firman-Nya:
<i>Apakah bila kami telah menjadi tulang dan benda-benda yang hancur.</i>
Yang dimaksud dengan rufatan ialah tanah, menurut mujahid. Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa rufatan ialah debu.
<i>...apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?</i>
yakni di hari kiamat kelak, padahal kami telah hancur dan telah tiada. Seperti yang disebutkan oleh Allah" dalam ayat lain menceritakan ucapan mereka melalui firman-Nya:
(Orang-orang kafir) berkata, "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” Mereka berkata, "kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.” (An-Nazi'at: 10-12)
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya. (Yaa Siin:78), hingga akhir ayat berikutnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar