Surat Al-Isra' Ayat 35

Surat ke-17

Al-Isra'

Ayat 35

وَاَوْفُوا الْكَيْلَ اِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا

Wa auful-kaila iżā kiltum wa zinū bil-qisṭāsil-mustaqīm(i), żālika khairuw wa aḥsanu ta'wīlā(n).

Artinya

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

_Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar_, jangan mengurangi takaran untuk orang atau melebihkannya untuk dirimu, _dan timbanglah dengan timbangan yang benar_ sesuai dengan ukuran yang ditetapkan. _Itulah yang lebih utama_ bagimu, karena dengan demikian orang akan percaya kepadamu dan tenteram dalam bermuamalah denganmu _dan lebih baik akibatnya_ bagi kehidupan manusia pada umumnya di dunia dan bagi kehidupanmu di akhirat kelak.

Tafsir Ibnu Katsir

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>Dan sempurnakanlah takaran apabila kalian menakar.</i>

Yakni kalian tidak boleh melipat (mengurangi)nya. Ayat ini semakna de­ngan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan janganlah kalian kurangkan bagi manusia barang-barang takaran. (Al A'raf:85)

<i>...dan timbanglah dengan neraca yang benar.</i>

Qistas sewazan dengan lafaz qirtas (kertas), dapat dibaca qurtas. artinya timbangan. Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan qistas menurut bahasa Romawi artinya neraca timbangan.

<b>Firman Allah Swt.:</b>

<i>...yang benar.</i>

Yaitu neraca yang tidak miring, tidak melenceng, dan tidak kacau (berge­tar).

<i>Itulah yang lebih utama.</i>

Maksudnya, lebih utama bagi kalian daiam kehidupan dunia dan akhirat. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

<i>...dan lebih baik akibatnya.</i>

Yakni lebih baik akibatnya bagi kehidupan akhirat kalian.

Sa'id telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:

<i>Itulah yang lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.</i>
Yakni lebih baik pahalanya dan lebih baik akibatnya.

Ibnu Abbas pernah berkata, "Hai para mawali (pelayan) sesungguhnya kalian diserahi dua perkara yang pernah mengakibatkan kebinasaan manusia di masa sebe­lum kalian, yaitu takaran dan timbangan ini."

Dan Qatadah pernah menga­takan, telah diceritakan kepada kami bahwa Nabi Saw. pernah bersabda:

Tidak sekali-kali seseorang mampu berbuat hal yang haram, lalu ia meninggalkannya yang tiada lain karena takut kepada Allah, kecuali Allah menggantikan baginya dengan segera di dunia ini sebelum akhiratnya sesuatu yang jauh lebih baik dari­pada hal yang haram itu.

Tafsir as-Sa'di

"Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (Al-Isra`: 35).

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar