Surat Al-Anfal Ayat 38
Surat ke-8
Al-Anfal
Ayat 38قُلْ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ يَّنْتَهُوْا يُغْفَرْ لَهُمْ مَّا قَدْ سَلَفَۚ وَاِنْ يَّعُوْدُوْا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْاَوَّلِيْنَ
Qul lil-lażīna kafarū in yantahū yugfar lahum mā qad salaf(a), wa iy ya‘ūdū faqad maḍat sunnatul-awwalīn(a).
Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu".
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Meskipun ucapan Tuhan itu bernada keras dan berisi ancaman, akan tetapi pintu tobat masih tetap terbuka lebar. Maka _katakanlah_ wahai Nabi Muhammad _kepada orang-orang yang kafir itu_, yakni Abu Sufyan dan kawan-kawannya, serta siapa pun yang tidak percaya keesaan Allah dan berusaha memadamkan cahaya ajaran-Nya, _"Jika mereka berhenti_ dari kekafirannya dan memeluk Islam serta tidak memerangi Nabi Muhammad dan para pengikutnya, _niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi_ melakukan dosa serupa dan memerangi Nabi, maka Allah akan menjatuhkan sanksi atas mereka, karena _sungguh, berlaku_ kepada mereka _sunnah,_ yakni ketetapan Allah, terhadap _orang-orang dahulu_ yang disegerakan jatuhnya sanksi sehingga binasa. Allah akan memenangkan kebenaran atas kebatilan, selama orang-orang yang berpihak pada kebenaran itu tetap tunduk kepada-Nya dan mengikuti ketentuan-ketentuan untuk menang.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah Swt. berfirman kepada Nabi-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw.:
<i>Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, hendaknyalah mereka berhenti (dari kekafirannya).</i>
Yakni dari kekafiran, pembangkangan, dan pengingkaran mereka, lalu hendaklah mereka masuk Islam dan taat serta bertobat kepada-Nya.
<i>...niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu.</i>
Yaitu dari kekufuran, dosa-dosa, dan kesalahan-kesalahan mereka.
Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan diriwayatkan melalui Abu Wail, dari Ibnu Mas'ud r .a., bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Barang siapa yang berbuat baik dalam Islam, maka tidak akan disiksa karena amal perbuatannya di masa Jahiliahnya Dan barang siapa yang berbuat keburukan dalam Islam, maka akan disiksa karena perbuatannya di masa Jahiliyah dan masa Islamnya.
Di dalam hadis sahih lainnya disebutkan pula bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Islam menghapuskan apa yang sebelumnya dan tobat menghapuskan dosa yang ada sebelumnya.
<b>Firman Allah Swt.:</b>
<i>...dan jika mereka kembali lagi.</i>
Artinya, kembali meneruskan perbuatan yang sebelumnya (yakni kekafiran).
<i>...sesungguhnya akan berlaku (pada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu. </i>
Yakni telah berlaku sunnah Kami terhadap umat-umat terdahulu, bahwa apabila mereka mendustakan (Allah dan Rasul-Nya), lalu terus-menerus dalam keingkarannya, maka sesungguhnya Kami akan menyegerakan hukuman dan siksa Kami terhadap mereka.
Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
<i>...sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu.</i>
Yaitu terhadap orang-orang Quraisy dalam Perang Badar dan azab yang menimpa umat lainnya.
As-Saddi dan Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah seperti yang terjadi dalam Perang Badar.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar