Surat Al-An'am Ayat 66
Surat ke-6
Al-An'am
Ayat 66وَكَذَّبَ بِهٖ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّۗ قُلْ لَّسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيْلٍ ۗ
Wa każżaba bihī qaumuka wa huwal-ḥaqq(u), qul lastu ‘alaikum biwakīl(in).
Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: "Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu".
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Dan ternyata _kaummu,_ wahai Nabi Muhammad, baik yang hidup pada masamu maupun sesudahnya, _mendustakannya,_ yakni mendustakan azab, _padahal_ azab _itu benar adanya_. _Katakanlah,_ hai Nabi Muhammad, "Kalau kalian memang tetap durhaka kepada Allah, ketahuilah bahwa _aku ini bukanlah penanggung jawab kamu_ yang dapat membela kamu ketika azab itu datang."
Tafsir Ibnu Katsir
<b>Firman Allah :</b>
<i>Dan kaummu mendustakannya.</i>
Artinya mendustakan Al-Qur'an yang engkau sampaikan kepada mereka, mereka pun mendustakan hidayah dan penjelasan. Yang dimaksud dengan kaum adalah orang-orang Quraisy.
<i>Padahal Al-Qur'an itu benar adanya.</i>
Yakni tiada yang lebih benar daripada Al-Qur'an.
<i>Katakanlah, Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus kalian."</i>
Maksudnya, aku ini bukanlah orang yang diharuskan memelihara kalian, bukan pula orang yang ditugasi menolong kalian. Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya:
Dan katakanlah "Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Maka barang siapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir), biarlah ia kafir.” (Al Kahfi:29)
Dengan kata lain, sesungguhnya tugasku hanyalah menyampaikan, dan tugas kalian hanyalah mendengarkan dan patuh (taat). Maka barang siapa yang mengikuti aku, niscaya ia berbahagia di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menentang aku, maka sesungguhnya dia celaka di dunia dan akhiratnya.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar