Surat Al-An'am Ayat 40
Surat ke-6
Al-An'am
Ayat 40قُلْ اَرَءَيْتَكُمْ اِنْ اَتٰىكُمْ عَذَابُ اللّٰهِ اَوْ اَتَتْكُمُ السَّاعَةُ اَغَيْرَ اللّٰهِ تَدْعُوْنَۚ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Qul ara'aitakum in atākum ‘ażābullāhi au atatkumus-sā‘atu agairallāhi tad‘ūn(a), in kuntum ṣādiqīn(a).
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu hari kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah; jika kamu orang-orang yang benar!"
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
Pada ayat 37 diinformasikan bahwa para pendurhaka mempertanyakan kemampuan Allah menurunkan bukti kebenaran risalah Nabi Muhammad, maka ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad untuk menantang mereka. _Katakanlah,_ wahai Nabi, kepada mereka yang masih saja enggan untuk beriman, _"Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu_ pada saat hidup di dunia ini, _atau hari kiamat sampai kepadamu_ dengan segala situasi dan keadaannya yang amat berat, _apakah kamu akan menyeru_ tuhan _selain Allah, jika kamu orang yang benar_ dengan ucapanmu bahwa Allah memiliki sekutu, maka serulah tuhan-tuhan kamu itu!"
Tafsir Ibnu Katsir
Allah Swt. menceritakan bahwa Dialah Yang Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki terhadap makhluk-Nya menurut apa yang Dia sukai. Tiada akibat bagi hukum-Nya, dan tidak ada seorang pun yang mampu memalingkan hukum-Nya terhadap makhluk-Nya, bahkan Dialah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Apabila diminta, maka Dia memperkenankan terhadap orang yang dikehendaki-Nya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
<i>Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika datang sfcaan Allah kepada kalian, atau datang kepada kalian hari kiamat.”</i>
Yakni datang kepada kalian ini atau yang itu.
<i>...apakah kalian menyeru (tuhan) selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar.</i>
Artinya janganlah kalian menyeru kepada, selain Allah, karena kalian mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menghilangkan hal itu selain Dia sendiri. Karena itulah dalam akhir ayat disebutkan:
<i>...jika kalian orang-orang yang benar.</i>
Yaitu dalam pengambilan kalian selain Allah sebagai tuhan-tuhan kalian.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.
Posting Komentar