Surat Al-An'am Ayat 24
Surat ke-6
Al-An'am
Ayat 24اُنْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ
Unẓur kaifa każabū ‘alā anfusihim wa ḍalla ‘anhum mā kānū yaftarūn(a).
Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI
_Lihatlah_ dan renungkan secara mendalam, wahai Rasulullah, _bagaimana mereka_, orang-orang musyrik dan orang-orang yang mempertuhankan manusia, _berbohong terhadap diri mereka sendiri_ dengan mengingkari nurani dan akal budi yang menjadi sumber fitrah beragama. _Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu_, baik manusia, setan, dan jin, maupun benda-benda yang disakralkan, _akan hilang dari mereka_, tidak membela, menolong, dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat ini semakna dengan apa yang terdapat di dalam firman-Nya:
Kemudian dikatakan kepada mereka, "Manakah berhala-berhala yang selalu kalian persekutukan, (yang kalian sembah) selain Allah?" Mereka menjawab, "Mereka telah hilang lenyap dari kami.” (Al-Mu’min: 73-74), hingga akhir ayat.
Tafsir as-Sa'di
"Dan (ingatlah) hari yang di waktu itu Kami menghimpun mereka semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik, 'Di manakah sesembahan-sesembahan kamu yang dahulu kamu katakan (sebagai sekutu-sekutu Kami)?' Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan, 'Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.' Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dari mereka sesembahan-sesembahan yang dahulu mereka ada-adakan." (Al-An'am: 22-24).
(22) Allah memberitakan tentang tempat kembali orang-orang musyrik pada Hari Kiamat, mereka ditanya dan dicemooh, "Mana sekutu-sekutuKu yang kalian klaim?" Maksudnya, Allah tidak memiliki sekutu. Hal tersebut hanya sekedar klaim dan ke-dustaan mereka.
(23) ﴾ ثُمَّ لَمۡ تَكُن فِتۡنَتُهُمۡ ﴿ "Kemudian tiadalah fitnah mereka." Mak-sudnya, jawaban mereka manakala mereka ditanya dan diuji dengan pertanyaan itu tidak lain hanyalah pengingkaran terhadap kesyirikan mereka, dan mereka berani bersumpah bahwa mereka tidak menyekutukan Allah.
(24) ﴾ ٱنظُرۡ ﴿ "Lihatlah," dengan keheranan kepada mereka dan kepada keadaan mereka, ﴾ كَيۡفَ كَذَبُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡۚ ﴿ "bagaimana mereka berdusta terhadap diri mereka sendiri." Mereka melakukan kedustaan yang kerugiannya menimpa diri mereka sendiri dan memudarat-kan mereka dengan berat. ﴾ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴿ "Dan hilanglah dari mereka sesembahan-sesembahan yang dahulu mereka ada-adakan." Yakni sekutu-sekutu yang mereka klaim bersama Allah. Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan.
Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir as-Sa'di.
Posting Komentar