Surat Al-An'am Ayat 1

Surat ke-6

Al-An'am

Ayat 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ ەۗ ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ

Al-ḥamdu lillāhil-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa ja‘alaẓ-ẓulumāti wan-nūr(a), ṡummal-lażīna kafarū birabbihim ya‘dilūn(a).

Artinya

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

Tafsir Ayat
Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI

Pada akhir Surah al-Ma'idah Allah menjelaskan bahwa Nabi Isa dan ibunya bukanlah tuhan sebagaimana anggapan orang Nasrani. Nabi Isa adalah rasul atau utusan Allah yang bertugas mengajak Bani Israil untuk mengesakan Allah. Pada awal surah ini dijelaskan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi serta menunjukkan manusia kepada jalan yang terang agar manusia meninggalkan jalan yang gelap, namun kebanyakan manusia menyimpang dari ajaran Allah yang lurus. _Segala puji bagi Allah_, yang berhak atas segala kesempurnaan, dan jauh dari segala kekurangan; _yang telah menciptakan langit dan bumi_, atas dasar cinta dan kasih sayang kepada makhluk-Nya; dan Allah _telah menjadikan gelap dan terang_, malam dan siang, salah dan benar, kufur dan iman; _namun demikian orang-orang kafir_, yaitu orang-orang yang menutup pikiran dan hati nurani mereka dari cahaya Allah _menghindar dari_ ajaran _Tuhan mereka_ dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lebih rendah dari dirinya sebagai manusia.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah Swt. berfirman memuji diri-Nya sendiri Yang Mahamulia, karena Dia telah menciptakan langit dan bumi sebagai suatu pernyataan yang ditujukan kepada hamba-hamba-Nya, juga karena Dia telah menjadikan gelap dan terang untuk kemanfaatan hamba-hamba-Nya, yaitu di malam hari dan di siang hari mereka.

Lafaz zulumat diungkapkan dalam bentuk jamak, sedangkan lafaz nur diungkapkan dalam bentuk tunggal, karena cahaya lebih mulia daripada gelap. Perihalnya sama dengan yang disebutkan di dalam firman Allah Swt.:

Ke kanan dan ke kiri. (An Nahl:48)

Sama seperti yang disebutkan di akhir surat ini melalui firman-Nya:

dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus. - maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya (Al An'am:153)

Kemudian Allah Swt. berfirman:

<i>...namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.</i>

Yakni sekalipun demikian ada juga sebagian dari hamba-hamba-Nya yang kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu bagi-Nya, serta menjadikan baginya istri dan anak. Mahatinggi Allah dari semuanya itu dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.

Sumber: Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI, Tafsir Ibnu Katsir.

Oleh: Wasatiah

Ilmu adalah obat paling manjur untuk menyembuhkan kebodohan. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.

Posting Komentar

Posting Komentar